Haloo,
saya hadir lagi :D .
Ketika menonton televisi, apa ada
selingan iklan? Adakan ya pasti? Nah yang saya suka liat pas iklan sering
muncul balita yang menjadi model salah satu produk susu bayi, dan bilang “I
Love you, Mom!”. Ihh gemesnyaa (
>o<)-c<’ o’) . Nah pernah ga sih kamu bilang seperti itu ke
orang tuamu? Hm, jangan – jangan tiap hari malah berantem mulu ya soal uang
jajan? *ehmaap* . Ya semoga aja ngga ada malin kundang malin kundang lainnya
yang durhaka pada orang tuanya. :D. Dan Artikel yang akan saya bahas kali ini
terinspirasi dari sebuah iklan. Oke kita simak!
*Khusus untuk orang yang suka
lihat berita* Semakin sini berita yang mengisahkan tentang kejadian tragis
seorang anak yang tega membunuh orang tua kandungnnya sendiri makin banyak.
Lagi marak maraknya nih program berita seperti ini. Coba ada yang tahu kenapa
sih bisa ada hal hal seperti itu? Apa salah asuh? ‘o’
Salah asuh adalah pola didik slah
yang diterapkan orang tua kepada anak. Ada juga bahkan banyak orang yang ketika
menikah belum siap menjadi orang tua. Menjadi seseorang yang kelak akan
dipanggil ibu, ummi, mama, bunda atau sebutan yang lainnya bagi seseroang yang
telah melahirkan kita ke dunia ini. Begitu
juga untuk laki – laki dengan sebutan ayah, papa, bapak, abi, abah bagi
seseorang yang ikut dalam keberadaan kita di dunia ini.
Ketika anak nakal dibiarkan.
Ketika anak membangkang dan berani membentak orang tua, dibilangnya masih kecil
mungkin nanti mengerti sendiri. Padahal anak tanpa dididik belum tahu mana yang
benar dan mana yang salah. Jadi ketika anak beranjak remaja, orang tua akan
merasa kecolongan ketika anaknya menjadi seseorang yang suka membantah dan
tidak sopan terhadap orang tua.
Nah belum lagi nih soal faktor
lingkungan. Seorang anak yang semula dididik dengan baik oleh orang tuanya
dirumah dan ketika bergaul dengan orang yang suka melawan orang tuanya. Ini
snagat mungkin berpengaruh. Kenapa ? Karena sring kali apa yang merekan
dapatkan dari pergaulan jauh lebih membekas dibanding dengan pendidikan yang
kita dapatkan dirumah.
Kalau kita jadi meniru perilaku
yang salah asuh tadi, gawat juga kan? Dan hal ini diperparah dengan tayangan –
tayangan yang tidak mendidik, baik itu sinetron atau program televisi yang
lainnya. Seorang anak berani melawan orang tua, muali membentak hingga memukul
seakan – akan menjadi hal yang lumrah dan biasa.
Halooo ?Apa pun adanya dirimu,
tak ada alasan untuk berani dan bertingkah laku tidak sopan terhadap orang tua.
Bagaimanapun mereka adalah orang yang menghadirkan kita, membesarkan, mendidik,
menyayangi dan mengasuh kita. Berani dengan orang tua jelas bukan tindakan yang
bisa dibenarkan.
Kasarnya nih yah, meskipun orang
tua cuman lulusan SD, tanpa mereka, kamu ngga bakal ada. Meskipun orang tua
bikin kamu ngga pede, tapi bukan alasan untuk bertindak semaunya.
Tak peduli apa latar belakang dan
pendidikannya, orang tua tetap sosok yang patut mendapat cinta dan hormat kita.
Selama mereka berdua mengajak kebenaran, why not? Bahkan mereka mengajak kepada
kemungkaran pun kita tidak boleh bertindak kasar. Cukuplah mengingakan dengan
cara yang ma’ruf yaitu baik dan sopan. ^^ *ingetloh*
Selain kita harus berbuat baik
kepada orang tua, ngga ada salahnya kok kalau kamu juga nunjukin perhatian ke
mereka. . ^o^ . Canggung ya? So pasti, karena itu memang berawal dari kebiasaan
*saya juga dulu seperti itu :D * . atau jangan – janagan minta maaf aja
beraninya pas lebaran aja ? Wah itu baru parah. Jadi se – apatis apapun kita,
kita tidak boleh cuek terhadap orang tua kita. Asal kalian tau ya, mereka akan
sedih bila anaknya menjaga jarak. So, mulai detik ini tekadkan dengan kuat di
dalam hatimu untuk selalu menyayangi orang tua dan membanggakannya. :) {}
0 Comments:
Posting Komentar